Empat Hotel Dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

Kunjungan Menko ke KEK Mandalika. Doc. Humas

LOMBOK, 11 Februari 2017 – Menteri Koordiantor Bidang Perekonomian Darmin Nasution mendorong percepatan pelimpahan wewenang dan perizinan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika dari BKPM Pusat dan Kementerian/Lembaga terkait, Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemkab Lombok Tengah kepada Administrator KEK Mandalika. Dengan pelimpahan ini, semua urusan perizinan investasi akan menjadi lebih mudah Karena cukup dilakukan melalui satu pintu yaitu Administrator KEK Mandalika.

”Tolong dipersiapkan kantor administrator, dan wewenang perizinan segera didelegasikan kepada Administrator,” kata Darmin di hadapan para pejabat daerah dalam kunjungan kerja ke KEK Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (11/2).

Hadir dalam kesempatan itu diantaranya Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) selaku BUMN pengelola KEK Mandalika, Abdulbar M. Mansoer, Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto, dan pejabat lainnya. Saat ini telah dipersiapkan kantor Adminstrasi KEK di dalam kawasan yang ditargetkan akan siap digunakan pada akhir tahun 2017. Sementara itu, untuk meningkatkan kapasitas pelayanan SDM dalam pelayanan administrasi investasi, BKPM telah melatih sekitar 30 orang aparatur DPMPTSP Prov NTB dan Kabupaten Lombok Tengah.

Untuk memberikan fasilitas dan kemudahan di KEK, pemerintah telah memberikan kepastian sekaligus memberikan daya tarik bagi penanam modal melalui penetapan PP Nomor 96 Tahun 2015 tentang Fasilitas dan Kemudahan di KEK dan Perpres Nomor 3 Tahun 2015 tentang Proyek Strategis Nasional. Fasilitas dan kemudahan yang tersedia cukup luas, diantaranya Fasilitas PPh Badan, Pembebasan PPh Pasal 22 Impor, Fasilitas PPN dan PPnBM, Fasilitas Bea Masuk dan Cukai, Fasilitas Kegiatan Utama Pariwisata, Fasilitas Lalu Lintas Barang, Fasilitas Ketenagakerjaan, Fasilitas Keimigrasian, Fasilitas Pertanahan, Fasilitas Perizinan dan Non Perizinan.

“KEK Mandalika telah memanfaatkan berbagai kemudahan tersebut yang, sementara menunggu lengkapnya administrator, difasilitasi oleh Sekretariat Dewan Nasional KEK,” ungkap Menko Perekonomian.

Ungkap Darmin KEK Mandalika akan berkembang dengan baik sesuai rencana karena dikelola oleh korporasi yang berpengalaman. Terlebih lagi, pemerintah memberikan berbagai dukungan dan kemudahan bagi investor. Saat ini sudah ada empat hotel yang sedang dan akan dibangun di KEK Mandalika dengan target beroperasi akhir tahun 2018 atau awal 2019 yaitu Hotel Royal Tulip 250 kamar, Hotel Pullman Hotel 251 kamar, Hotel Paramount Hotel 400 kamar dan Hotel X2 sebanyak 200 kamar. Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar M. Mansoer mengatakan, sampai 10 tahun ke depan ditargetkan ada 10.000 kamar hotel di KEK Mandalika. Target itu jauh melampaui pencapaian kawasan Nusa Dua Bali yang juga dikembangkan dan dikelola oleh ITDC sejak tahun 1975. Di Kawasan Nusa Dua Bali yang luasnya sekitar 350 hektar, dibutuhkan waktu 20 tahun sampai lahannya habis tersewakan dengan total jumlah kamar 5.000. KEK Mandalika yang total luasnya hampir empat kali lipat dari Nusa Dua ditargetkan selesai dikembangkan dalam waktu 10 tahun saja, dengan target 10.000 kamar.

 ”Sebagai KEK, Mandalika diharapkan lebih dari Nusa Dua berkat adanya terobosan yang memotong mata rantai pembangunan,” kata Abdulbar. Investasi yang direncanakan oleh ITDC untuk mengembangkan kawasan Mandalika secara bertahap sebesar Rp 3,3 triliun.

Dukungan Infrastruktur bagi Peningkatan Peluang Ekonomi

Berbagai infrastruktur wilayah tengah dikembangkan dan disempurnakan oleh pemerintah, khususnya yang terkait dengan konektivitas. Di tahun 2017 ini Bandara Internasional Lombok (BIL) akan dilengkapi dengan dua apron baru untuk pesawat berbadan lebar (widebody) sekelas Boeing 777 atau Airbus 330. Artinya BIL akan mampu  menampung 10 (sepuluh)  apron pesawat berbadan sedang (narrow body) dan 2 (dua) apron untuk berbadan lebar.  Pengembangan bandara juga akan dilanjutkan dengan perpanjangan landas pacu dari 2750 meter menjadi 3000 meter. Direncanakan, dalam waktu dekat, BIL akan mampu melayani penerbangan jarak jauh (long haul). Selain itu, Terminal Pelabuhan Gili Mas di Teluk Lembar dalam proses pengembangan. Melalui terminal ini kapal pesiar (cruise) dapat merapat dan efisien menurunkan wisatawan tanpa perlu lagi melalui lego jangkar di tengah laut.

Pembangunan infrastruktur konektivitas diharapkan akan membuat sektor pariwisata berkembang pesat. “Peningkatan infrastruktur konektivitas tentu saja akan membuka peluang tumbuhnya berbagai kegiatan industri, perdagangan dan investasi bagi masyarakat,” kata Menko Ekonomi Darmin Nasution. Darmin juga menggarisbawahi salah satu keunggulan KEK Mandalika yang memiliki luas 1.034 hektare (ha) ini adalah diterapkannya green infrastructure. Nantinya suplai air bersih dan air minum bagi resort Mandalika berasal dari proses desalinasi air laut. Demikian pula dengan suplai tenaga listrik, yang dirancang melalui pembangkit energi surya. Keberadaan green infratsructure tentunya akan menambah daya tarik investor kelas dunia menanamkan modalnya di KEK ini. Praktek green economy diharapkan membangun kebanggaan bagi Pemerintah, masyarakat dan pengelolanya.  “Apabila semua itu  terwujud, maka KEK Mandalika dapat menjadi percontohan bagi pengembangan kawasan sejenis lain di Indonesia,” imbuhnya. (*) [B.W]